Social Icons

Senin, 18 Juli 2011

All about Love

Page 1 
Cinta tumbuh dimana-mana 
Bahkan cinta pula yang membuat
 riak kehidupan kian merona

Dalam rintik hujan, ada cinta yang
bermekaran.
Dalam mendung, ada hati yang terbelah.
Bahkan Patah!
Ketika rintik hujan melambai diembus angin,
ada cinta di matanya.
Saat gerimis kian menderas, ada yang hilang di hatiku.
Gerimis itulah yang membaca cintaku.
Lalu, apa yang harus aku lakukan?

Page 2
Cintaku telah pudar..
hilang entah kemana.
tapi, sayang ini masih selalu ada di jiawa.

Aku ingin, cinta dan sayangku 
bak matahari
selalu menerangi planet-planet,
bintang-bintang, bahkan seluruh ruang angkasa

Melodi-melodi cinta menari-menari
di dalam pikiranku.
Hingga akhirnya, kutulis kata-kata ini dalam hati
yang terdalam.

Page 3
Cintaku ini ibarat air,
tak bisa kugengam tapi selalu mengalir.
Cintaku ini ibarat angin,
tak bisa terlihat tapi selalu dirasakan.
Cintaku ibarat kuku,
selalu tumbuh meski dipotong oleh waktu.
Cintaku ibarat rumus matematika,
selalu abadi meski dimakan oleh zaman.
Cintaku ibarat akar,
tak bisa dilihat tapi selalu memanjang dan tumbuh.
Cintaku ibarat sejarah,
selalu dikenang dan takkan pernah terlupa.

Page 4
Ketika hati ini hampa, 
dirinya hadir dalam relung-relung jiwa.
Ketika hati ini butuh cinta,
dirinya menuai asa berjuta makna.
Hingga akhirnya,
dirimu memenuhi hari-hari indahku.
Menepis segala gundah yang menerpa jiwa.

Duhai pemilik jiwa yang suci ini...
jika Kau mengizinkan,
pertemukanlah aku dengan dia,
yang telah mengusik jiwa.

Page 5
Jika cinta telah merekah,
senyuman takkan pernah lelah.
Kasih,
Kau telah mengepakkan kasih sayangmu untukku.
Memberikan kehangatan cinta dalam dekapanmu.
Membuatku tak ingin melepaskan rangkulanmu.

Kasih,
Begitu tulus kau mencintaiku.
Mewarnai kesedihanku dengan balutan cintamu.
Menghapus lukaku dengan kasih sayangmu.
Memberikan perhatian dalam kesepianku.

Senin, 13 Juni 2011

Pikiran yang Tak Berguna (Useless Mind)

Dalam kehidupan kita ternyata banyak orang yang tidak mampu menggunakan indra yang telah Allah karuniakan kepada mereka dengan baik. Mereka dikasih mata, namun tak mampu melihat kemahakuasaan Allah Swt di muka bumi ini. Mereka mempunyai telinga, namun tak mampu mendengar kebesaran Allah dalam hidupnya, dan mereka mampunyai pikiran, namun pikiran tersebut tak mampu sama sekali membawanya pada nilai hikmah dan kebenaran.
(Useless Mind) atau akal yang tidak berguna, secara hakikat adalah akal yang tak mampu memberikan manfaat  kebaikan apapun pada orang yang memilikinya. Akal yang tak mampu menghantarkan empunya untuk mengenali Sang Khalik, Allah Swt. Useless mind adalah akal yang di dalamnya hanya terbesit dan terpikirkan hal-hal negative dan sama sekali jauh dari kebenaran.
Akal seperti ini akan selalu enjoy menghabiskan waktu dan energi untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak mempunyai manfaat. Ketika ia diajak untuk berpikir mengenai hal-hal yang berguna bagi hidupnya baik di dunia maupun di akhirat nanti, ia mendadak menjadi tumpul, males, dan tak mempunyai gairah sedikitpun.
Dalam kehidupan ini, kita sering menemukan manusia yang tidak menggunakan akalnya, atau mungkin jangan-jangan kita sendiri termasuk orang yang tak pernah menggunakan akal kita? Banyak di antara kita yang menjadikan akal hanya sebatas alat sekedar untuk memikirkan kepentingan pribadi, rencana pribadi, dan sama sekali tidak pernah berpikir tentang orang lain, apalagi berpikir untuk mengenal Sang Khalik, Allah Swt.
Kita hanya menjadikan pikiran kita untuk kepentingan dan keperluan sempit, tanpa sama sekali memikirkan sesuatu yang lebih hakiki dan sejati dalam hidup ini. Sehingga, tidaklah heran apabila kita menemukan fenomena kehidupan di mana kita seakan tak mempunyai akal-pikiran lagi dalam hidup, karena kita senantiasa memandulkan fungsi akal yang kita miliki, sehingga akal tak ubahnya hanya sebatas pembeda antara manusia dengan hewan, karena akal kita tak mempunyai manfaat sama sekali bagi diri kita sendiri.
dan salah satu sifat akal yang tidak berguna adalah su'udzon atau berburuk sangka terhadap segala sesuatu, baik yang berkaitan dengan dirinya, kepada orang lain, apalagi kalau kita senantiasa su'udzon kepada Allah Swt. Pikiran kita dipenuhi dengan berbagai purbasangka terhadap segala sesuatu seperti yang di firmankan oleh Allah Swt dalam Al-Qur'an:
" Dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka." Qs. al-Ahzab:10
Kita sering sekali berprasangka kepada Allah dengan berbagai macam prasangka dan menilai Allah sesuai dengan logika pikiran kita yang sempit dan dangkal. Terkadang kita sering tidak menyadari betapa terbatasnya pikiran kita untuk memikirkan hal-hal yang tak terlihat oleh mata kita seperti garisan lembut takdir-Nya.
Cobalah memandang logika takdir dari sudt  pandang kebaikan, maknailah semua takdir dari sudut pandang yang positif, hidupkan pikiran serta hati positif, dan istiqomahlah di jalan ini sehingga nilai-nilai positif melembaga dalam pikiran dan hati kita. Sekali lagi ingin saya katakan bahwa pikiran kita akan menciptakan seperti apa realitas kehidupan yang akan kita dapatkan.
Kontrollah pikiran dan hati kita agar tidak memasuki perasaan-perasaan negatif dengan membuat komitmen kehidupan yang baru, dan bergaulah dengan orang-orang yang mampu memberikan kemaslahatan dalam kehidupan kita-terlibih apabila komitmen kita belum kuat dan mudah terpengaruhi.
Nikmatilah kehidupan yang jauh dari berbagai macam sak dan purbasangka, sebuah kehidupan yang akan mengisi pikiran kita dengan berbagai macam hal yang bermanfaat, dan menjauhkan kita dari segala sesuatu yang tidak bermanfaat yang berakibat pada mandulnya fungsi pikiran di dalam kehidupan kita. Sehingga kita miliki sama sekali tidak berguna bagi kehidupan yang tengah kita jalani.


referensi: Nur.Mujahidin.Husnudzan Agar Kesedihan Menjadi Kebahagiaan. Jakarta Selatan-Indonesia 2009. hal. 57-64

Rabu, 11 Mei 2011

Emosi


Definisi Emosi
Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, yaitu perasaan senang atau perasaan tidak senang.Perasaan senang atau tidak senang yang selalu menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari itu disebut warna efektif. Warna efektif inikadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah atau samar-samarsaja.Emosi adalah sebagai sesuatu suasana yang kompleks (a complex feelingstate) dan getaran jiwa ( a strid up state) yang menyertai atau munculnya sebelum dan sesudah terjadinya perilaku. (Syamsudin, 2005:114).Sedangkan menurut Crow & crow (1958) (dalam Sunarto, 2002:149)emosiadalah “An emotion, is an affective experience that accompaniesgeneralized inner adjustment and mental physiological stirred up states inthe individual, and that shows it self in his overt behavior.”
Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitatif yang tidak jelas batasnya.Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi.Jadi, sukar sekali kita mendefinisikan emosi. Oleh karena itu, yang dimaksudkan dengan emosi di sini bukan terbatas pada emosi atau perasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai dengan warna efektif, baik pada tingkat yang lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang (mendalam).

Penggolongan Emosi
Membedakan satu emosi dari emosi lainnya dan menggolongkan emosi-emosi yang sejenis ke dalam satu golongan atau satu tipe adalah sangat sukar dilakukan karena hal-hal yang berikut ini:
a.Emosi yang sangat mendalam (misalnya sangat marah atau sangattakut) menyebabkan aktivitas badan yang sangat tinggi, sehingga seluruh tubuh diaktifkan, dan dalam keadaan seperti ini sukar untuk menentukan apakah seseorang sedang takut atau sedang marah.
b. Satu orang dapat menghayati satu macam emosi dengan berbagai cara. Misalnya, kalau marah ia mungkin gemetar di tempat, tetapi lain kali mungkin ia memaki-maki, dan lain kali lagi ia mungkin lari.
c. Nama yang umumnya diberikan kepada berbagai jenis emosi biasanya didasarkan pada sifat rangsangnya bukan pada keadaan emosinya sendiri. Jadi, "takut" adalah emosi yang timbul terhadap suatu bahaya,"marah" adalah emosi yang timbul terhadap sesuatu yang menjengkelkan.
d. Pengenalan emosi secara subyektif dan introspektif, juga sukar dilakukan karena selalu saja akan ada pengaruh dari lingkungan.

Pertumbuhan Emosi
Pertumbuhan dan perkembangan emosi, seperti juga pada tingkah laku lainnya, ditentukan oleh proses pematangan dan proses belajar. Seorang bayi yang baru lahir sudah dapat menangis, tetapi ia hampir mencapai tingkat kematangan tertentu sebelum ia dapat tertawa.Kalau anak itu sudah lebih besar, maka ia akan belajar bahwa menangis dan tertawa dapat digunakan untuk maksud-maksud tertentu pada situasi-situasi tertentu.
Pada bayi yang baru lahir, satu-satunya emosi yang nyata adalah kegelisahan yang nampak sebagai ketidaksenangan dalam bentuk menangis dan meronta. Pengaruh kebudayaan besar sekali terhadap perkembangan emosi, karena dalam tiap-tiap kebudayaan diajarkan cara menyatakan emosi yang konvensional dan khas dalam kebudayaan yang bersangkutan, sehingga ekspresi emosi tersebut dapat dimengerti oleh orang-orang lain dalam kebudayaan yang sama. Klineberg pada tahun 1938 menyelidiki literatur-literatur Cina dan mendapatkan berbagai bentuk ekspresi emosi yang berbeda dengan cara-cara yang ada di dunia Barat. Ekspresi-ekspresiitu antara lain :
a. menjulurkan lidah kalau keheranan
b. menggaruk telinga dan pipi jika bahagia
c. bertepuk tangan karena khawatir
Warna efektif pada seseorang mempengaruhi pula pandangan orang tersebut terhadap obyek atau situasi di sekelilingnya.Ia dapat suka atau tidak menyukai sesuatu, misalnya ia suka kopi, tetapi tidak suka teh.Ini disebut preferensi dan merupakan bentuk yang paling ringan dari pada pengaruh emosi terhadap pandangan seseorang mengenai situasi atau obyek di lingkungannya. Dalam bentuknya yang lebih lanjut, preferensi dapat menjadi sikap, yaitu kecenderungan untuk bereaksi secara tertentu terhadap hal-hal tertentu.
Sikap pada seseorang, setelah beberapa waktu, dapat menetapdan sukar untuk diubah lagi, dan menjadi prasangka. Prasangka ini sangat besar pengaruhnya terhadap tingkah laku, karena ia akan mewarnai tiap-tiap perbuatan yang berhubungan dengan sesuatu hal, sebelum hal itu sendiri muncul di hadapan orang yang bersangkutan.
Sikap yang disertai dengan emosi yang berlebih-lebihan disebut kompleks, misalnya kompleks rendah diri, yaitu sikap negatif terhadap diri sendiri yang disertai perasaan malu, takut, tidak berdaya, segan bertemu orang lain dan sebagainya.
Ada beberapa contoh pengaruh emosi terhadap perilaku individu diantaranya :
a.Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai.
b.Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustasi).
c. Menghambat atau mengganggu konsentrsi belajar, apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous ) dan gagap dalam berbicara.
d.Terganggu penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
e. suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi sikapnya di kemudian hari, baik terhadapdirinya sendiri maupun terhadap orang lain



 
Blogger Templates